Dibuat oleh: Administrator,Modifikasi terakhir pada Thu 19 of Aug, 2010 [02:19 UTC] oleh Hindarti Apri H
Komentar
Penggunaan Cifrofloxacin Pada Kasus Demam Tifoid di RSUD Magelang2
oleh Anang P.A, Saturday 10 of October, 2009 [04:59:45 UTC]
Identitas
Nama: Tn S
Umur: 30 th Anamnesis:
Tn SM,30 tahun demam 7 hari, mual, muntah, disertai nyeri kepela berat. Sudah minum obat (2 kali sehari) selama 5 hari. Sempat berhenti minum obat 2 hari yang lalu karena merasa gejala sudah pulih. Saat ini kondisinya lemah dan muntah terus menerus. Pemeriksaan Fisik
KU: lemah
Kesadaran: CM
VS:
TD: 100/70
N: 89x/m
S: 39,2
R:24x/m
Kepala:
CA/SI (-/-)
Bibir kering (-)
Bercak putih, hiperemis lidah
Diit: 3x Nasi rendah serat tinggi kalori Diskusi
Pada pasien ini sudah minum cipro pada hari 1-5. Karena membaik terus berhenti minum obat, padahal masa inkubasi 7-14 hari, sehingga masih ada bakteri dalam usus halus. Sedangkan endotoksin salmonella sp. masih bisa dilepaskan yang memicu demam
Muntah2nya disebabkan karena perforasi ileum dan karena masih ada kuman salmonella. Referensi
Sudoyo, Ilmu Penyakit Dalam, Edisi VII, UI Press, Jakarta, 2008
Widyatmoko, Agus, Penatalaksanaan Komprehensif Tifoid, Makalah Seminar Nasional CME, Yogyakarta, 2008.
judul2an
oleh Fasikhatun, Saturday 10 of October, 2009 [05:10:30 UTC]
Penggunaan Cifrofloxacin Pada Kasus Demam Tifoid di RSUD Magelang2
oleh Anang P.A, Saturday 10 of October, 2009 [11:59:45]
Identitas
Nama: Tn S
Umur: 30 th
Anamnesis:
Tn SM,30 tahun demam 7 hari, mual, muntah, disertai nyeri kepela berat. Sudah minum obat (2 kali sehari) selama 5 hari. Sempat berhenti minum obat 2 hari yang lalu karena merasa gejala sudah pulih. Saat ini kondisinya lemah dan muntah terus menerus.
Komentar
Penggunaan Cifrofloxacin Pada Kasus Demam Tifoid di RSUD Magelang2
Identitas

Nama: Tn S
Umur: 30 th
Anamnesis:
Tn SM,30 tahun demam 7 hari, mual, muntah, disertai nyeri kepela berat. Sudah minum obat (2 kali sehari) selama 5 hari. Sempat berhenti minum obat 2 hari yang lalu karena merasa gejala sudah pulih. Saat ini kondisinya lemah dan muntah terus menerus.
Pemeriksaan Fisik
KU: lemah
Kesadaran: CM
VS:
TD: 100/70
N: 89x/m
S: 39,2
R:24x/m
Kepala:
CA/SI (-/-)
Bibir kering (-)
Bercak putih, hiperemis lidah
Leher: Lnn=ttb, JVP=tak meningkat, Tiroid=ttb
Thoraks:dbn
Abd:
NT(+), regio epigastrium
Peristaltik (+)/N
Turgor kulit: menurun
H/L=ttb
Ekstremitas:
Akral hangat (+/+)
Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap
AL=3.9
Hb=13
AE=4.0
AT=256
Hmt=42
Urin Lengkap= dbn
Widal=
S. Paratiphy-O=(+) 1/320
-H=(+) 1/180
Tubex= +
Kultur = SS(+)
Diagnosis kerja:
Thyphoid fever
Penatalaksanaan
Ciprofloxacin: 2x500 mg selama 10 hari
Paracetamol: 3x500 mg p.r.n
IVFD: RL 15 tpm
Inj Metochlorpramide 1amp/8jam
Inj Ranitidine 1amp/12jam
Diit: 3x Nasi rendah serat tinggi kalori
Diskusi
Pada pasien ini sudah minum cipro pada hari 1-5. Karena membaik terus berhenti minum obat, padahal masa inkubasi 7-14 hari, sehingga masih ada bakteri dalam usus halus. Sedangkan endotoksin salmonella sp. masih bisa dilepaskan yang memicu demam
Muntah2nya disebabkan karena perforasi ileum dan karena masih ada kuman salmonella.
Referensi
Sudoyo, Ilmu Penyakit Dalam, Edisi VII, UI Press, Jakarta, 2008
Widyatmoko, Agus, Penatalaksanaan Komprehensif Tifoid, Makalah Seminar Nasional CME, Yogyakarta, 2008.
judul2an
Penggunaan Cifrofloxacin Pada Kasus Demam Tifoid di RSUD Magelang2
Identitas
Nama: Tn S
Umur: 30 th
Anamnesis:
Tn SM,30 tahun demam 7 hari, mual, muntah, disertai nyeri kepela berat. Sudah minum obat (2 kali sehari) selama 5 hari. Sempat berhenti minum obat 2 hari yang lalu karena merasa gejala sudah pulih. Saat ini kondisinya lemah dan muntah terus menerus.
Pemeriksaan Fisik
KU: lemah
Kesadaran: CM
VS:
TD: 100/70
N: 89x/m
S: 39,2
R:24x/m
Kepala:
CA/SI (-/-)
Bibir kering (-)
Bercak putih, hiperemis lidah
Leher: Lnn=ttb, JVP=tak meningkat, Tiroid=ttb
Thoraks:dbn
Abd:
NT(+), regio epigastrium
Peristaltik (+)/N
Turgor kulit: menurun
H/L=ttb
Ekstremitas:
Akral hangat (+/+)
Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap
AL=3.9
Hb=13
AE=4.0
AT=256
Hmt=42
Urin Lengkap= dbn
Widal=
S. Paratiphy-O=(+) 1/320
-H=(+) 1/180
Tubex= +
Kultur = SS(+)
Diagnosis kerja:
Thyphoid fever
Penatalaksanaan
Ciprofloxacin: 2x500 mg selama 10 hari
Paracetamol: 3x500 mg p.r.n
IVFD: RL 15 tpm
Inj Metochlorpramide 1amp/8jam
Inj Ranitidine 1amp/12jam
Diit: 3x Nasi rendah serat tinggi kalori