fractur Femur
PRESUS
Fraktur Femur
I.1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. St. M
Umur : 43 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu RT
Suku Bangsa : Jawa
Alamat : Jl. Wetan Jaro, Kel. Suruh, Kec. Suruh, Kab. Semarang
No CM : 09-07-147587
Ruang : UGD
Masuk RS : 31-Agustus-2009. Jam 19:40
I.2. ANAMNESIS (Autoanamnesis)
Keluhan Utama : Nyeri pada paha kiri
Keluhan Tambahan : Paha kiri susah digerakkan dan luka geser ringan dibeberapa bagian anggota badan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sepeda motor. Pada saat kejadian kecelakaan, pasien bertabrakan dengan pengendara motor lainnya dan seketika itu juga pasien jatuh terpelanting dan pasien merasa paha kirinya terhantam benda keras, setelah itu pasien merasa nyeri paha kirinya dan susah digerakkan. Untuk kronologis yang lebih lengkap pasien tidak dapat menjelaskan secara rinci karena proses kejadian yang sangat singkat sehingga pasien tidak dapat mengingatnya. Pasien tidak mengeluh ada luka robek, luka tusuk, hanya terdapat luka geser ringan di beberapa bagian anggota badan.
Riwayat Penyakit Dahulu
- Riwayat trauma sebelumnya disangkal
- Riwayat patah tulang sebelumnya disangkal
- Riwayat emiliki penyakit osteoforosis disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit osteoforosis dalam keluarga disangkal oleh pasien.
Anamnesis sistem
Sistem cerebrospinal : sadar, pusing (-)
Sistem kardiovaskuler : nyeri dada (-), berdebar-debar (-), sianosis (-)
Sistem respiratorius : sesak nafas (-)
System gastrointestinal : mual (-), muntah (-)
Sistem urogenital : BAK tidak ada keluhan
Sistem integumentum : hangat, luka geser (+)
Sistem muskuloskeletal : paha kiri nyeri dan susah digerakkan
Resume Anamnesis
Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas sepeda motor. Pasien jatuh terpelanting dan pasien merasa paha kirinya terhantam benda keras, setelah itu pasien merasa nyeri paha kirinya dan susah digerakkan. Pasien tidak mengeluh ada luka robek, luka tusuk, hanya terdapat luka geser ringan di beberapa bagian anggota badan.
I.3. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : tampak kesakitan
Kesadaran : composmentis, GCS E4V5M6
VS : Tensi : 131/82 mmhg
Nadi : 112 kali/menit, isi dan tegangan cukup
Respirasi : 28 kali/menit
Suhu : 36,70C per axiller
Status generalis
a. Pemeriksaan Kepala
Bentuk kepala : mesocephal, simetris
Rambut : warna hitam, tidak mudah rontok, tidak mudah dicabut
Nyeri tekan : tidak ada
Hematom : tidak ada
b. Pemeriksaan Mata
Palpebra : edema (-/-)
Konjungtiva : anemis (-/-)
Sklera : ikterik (-/-)
Pupil : reflek cahaya (+/+), isokor diameter ± 3 mm
c. Pemeriksaan Telinga : deformitas (-/-), nyeri tekan (-/-)
d. Pemeriksaan Hidung : sekret (-/-), nafas cuping hidung (-/-), deformitas (-/-)
e. Pemeriksaan Mulut : bibir basah, anemis (-), hemoptisis (-)
f. Pemeriksaan Leher
Trakea : deviasi trakhea (-)
Kelenjar tiroid : tidak membesar
Kelenjar limfonodi : tidak membesar
JVP : JVP tidak meningkat
g. Pemeriksaan dada
Jantung
- Inspeksi : ictus cordis tak terlihat
- Palpasi : ictus cordis teraba di SIC V 2 cm medial linea midclavicularis sinistra, tak kuat angkat
- Perkusi : Batas jantung :
kanan atas : SIC II LPS dextra
kanan bawah : SIC IV LPS dextra
kiri atas : SIC II LMC sinistra
kiri bawah : SIC V LMC sinistra
- Auskultasi : BJ S1>S2 reguler, tidak terdapat bising
Paru-paru
- Inspeksi : gerak nafas simetris Ka/Ki, retraksi (-/-), ketinggalan gerak (-/-)
- Palpasi : fremitus taktil kanan = kiri
- Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru kanan dan kiri redup pada batas jantung
- Auskultasi : SD vesikuler, ronkhi (-), bising (-)
h. Pemeriksaan Abdomen :
- Inspeksi : jejas (-), hematom (-)
- Auskultasi : BU (+) N
- Perkusi : timpani (+)
- Palpasi : nyeri tekan (-)
i. Pemeriksaan Ekstremitas
Superior : deformitas (-), pucat (-), sianosis (-), vulnus eksoriativum (+)
Inferior : deformitas (+), edema (+), hematom (+), nyeri tekan (+), susah
digerakkan (+), gerakan terbatas (oleh karena nyeri)
Status lokalis
Regio Femoralis Sinistra
Inspeksi : tampak edema minimal, hematom minimal, terdapat deformitas pada sepertiga distal, tampak sedikit pemendekan dibandingkan dengan femur dextra, angulasi (+), tak tampak sianosis pada bagian distal lesi
Palpasi : nyeri tekan (+), krepitasi (-), terdapat nyeri ketok sumbu, sensibilitas (+), suhu rabaan hangat, kapiler refil (+)
Gerakan : tampak gerakan terbatas (+), sendi-sendi pada pada bagian distal dapat digerakkan.
I.4. PEMERIKSAAN PENUNJANG
· Ro Femur Sinistra
Kesan : fraktur tertutup femur sinistra 1/3 distal komplit
I.5. DIAGNOSIS
· Fraktur tertutup femur sinistra 1/3 distal komplit
· Vulnus Eksoriativum
I.6. DIAGNOSIS BANDING
· Dislokasi sendi coxae sinistra
· Dislokasi sendi genu sinistra
I.7. PENATALAKSANAAN
· Infus RL 20 t/m
· Inj. Ketorolac 3x1 A
· Traksi skeletal
· Atau segera Operasi dengan pemasangan Pen.
I.8. PROGNOSIS
Prognosis pada pasien ini baik.
Komentar